Sabtu, 22 Februari 2014

BESARAN VEKTOR







1.      Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Untuk menjelaskannya dapat digambarkan dengan anak panah. Contohnya balok ditarik gaya F seperti pada gambar di samping. Besarnya gaya itu dinyatakan dari panjangnya anak panah. Sedangkan arah gaya itu ditentukan dari arah anak panah.


2.      Sebuah vektor dapat diuraikan menjadi dua komponen yang saling tegak lurus dan sebidang dengan tujuan tertentu. Contohnya seperti pada gambar di samping. Proyeksinya memenuhi rumus-rumus perbandingan trigonometri.


3.       Resultan vektor sejajar atau segaris dapat langsung dijumlahkan jika searah dan dikurangkan jika berlawanan arah.

4.       Dua vektor yang saling tegak lurus maka resultannya dapat digunakan metode grafis (poligon) sehingga membentuk segitiga siku-siku. Besar resultannya memenuhi dalil Pythagoras.

5.       Jika dua vektor membentuk sudut α maka resultannya dapat digunakan metode jajaran genjang. Gambarnya dapat dilihat di samping dan berlaku rumus aturan cossinus.


6.       Metode poligon (metode grafis) merupakan cara meresultankan vektor dengan menyambungkan gambar-gambar vektor tersebut.

7.       Metode analitis dapat dilakukan dengan langkah:
a.        memproyeksikan vektor-vektor pada dua sumbu
tegak lurus.
b.      menentukan resultan setiap proyeksi : ΣFx dan ΣFy,
c.       resultan vektor memenuhi dalil Pythagoras.
                 

8.      Perkalian vektor ada dua jenis yaitu:
a.        Perkalian titik (dot product)
b.       Perkalian silang (cross product)
arahnya sesuai kaedah tangan kanan
ibu jari arah
4 jari arah
telapak arah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar