1.
Besaran vektor adalah besaran yang memiliki
nilai dan arah. Untuk menjelaskannya dapat digambarkan dengan anak panah.
Contohnya balok ditarik gaya F seperti pada gambar di samping. Besarnya gaya
itu dinyatakan dari panjangnya anak panah. Sedangkan arah gaya itu ditentukan
dari arah anak panah.
2.
Sebuah
vektor dapat diuraikan menjadi dua komponen yang saling tegak lurus dan
sebidang dengan tujuan tertentu. Contohnya seperti pada gambar di samping. Proyeksinya
memenuhi rumus-rumus perbandingan trigonometri.
3.
Resultan vektor sejajar atau segaris dapat
langsung dijumlahkan jika searah dan dikurangkan jika berlawanan arah.
4.
Dua vektor yang saling tegak lurus maka
resultannya dapat digunakan metode grafis (poligon) sehingga membentuk segitiga
siku-siku. Besar resultannya memenuhi dalil Pythagoras.
5.
Jika dua vektor membentuk sudut α maka resultannya
dapat digunakan metode jajaran genjang. Gambarnya dapat dilihat di
samping dan berlaku rumus aturan cossinus. 
6.
Metode poligon (metode grafis)
merupakan cara meresultankan vektor dengan menyambungkan gambar-gambar vektor
tersebut.
7.
Metode analitis dapat dilakukan dengan
langkah:
a.
memproyeksikan vektor-vektor pada dua sumbu
tegak
lurus.
b.
menentukan
resultan setiap proyeksi : ΣFx
dan ΣFy,
c.
resultan
vektor memenuhi dalil Pythagoras.
8.
Perkalian
vektor ada dua jenis yaitu:
a.
Perkalian titik (dot product)
b.
Perkalian silang (cross product)
arahnya sesuai
kaedah tangan kanan
ibu jari → arah
4 jari → arah
telapak
→
arah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar