project ict, wawancara mengenai acara PORSENI UHAMKA
Minggu, 25 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Jumat, 11 April 2014
Kinematika Gerak Lurus
1.
Besaran-besaran pada Gerak
Pada
kinematika gerak lurus dikenal dua jenis besaran yaitu besaran vektor dan
besaran skalar dengan definisi sebagai berikut.
a.
Besaran Vektor
1)
Perpindahan, yaitu perubahan posisi.
ΔS2 = Δx2 + Δy2
Δx =
x2 − x1
Δy = y2 −
y1
2)
Kecepatan rata-rata adalah perpindahan
tiap satu satuan waktu.
Kecepatan sesaat
adalah
kecepatan pada saat itu saja. Pada grafik S-t menyatakan gradien garis singgung
kurva.
3)
Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan
tiap satu satuan waktu.
Percepatan sesaat adalah percepatan
pada saat itu saja. Pada grafik v-t menyatakan gradien garis singgung
kurva.
a = tg α
b.
Besaran Skalar
1)
Jarak tempuh, yaitu panjang lintasannya.
S = Δx
+
Δy
2)
Kelajuan rata-rata adalah jarak
tempuh tiap satu satuan waktu.
Kelajuan sesaat sama dengan
besar kecepatan sesaat.
3)
Perlajuan
rata-rata adalah perubahan kelajuan tiap satu satuan waktu.
Perlajuan sesaat
menyatakan
besar percepatan sesaat.
2.
Gerak lurus beraturan (GLB)
Gerak GLB adalah
gerak yang memiliki sifat-sifat:
a.
lintasan
lurus.
b.
percepatan
nol, kecepatan tetap.
v = tetap
S = S0 + v t
c.
grafiknya
memenuhi gambar.
3.
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
GLBB adalah gerak
yang memiliki sifat-sifat:
a.
lintasan
lurus.
b.
percepatnnya tetap (a = tetap).
c.
kecepatannya berubah beraturan.
d.
grafiknya
memenuhi gambar.
4.
Gerak vertikal
Gerak vertikal
merupakan contoh dari gerak lurus berubah beraturan dengan sifat-sifat:
a. percepatannya a
= ± g (g = 10 m/s2). nilai (+) untuk gerak
vertikal ke bawah dan (−) untuk vertikal ke atas.
b. jaraknya sama
dengan ketinggian h.
c. Berlaku persamaan:
5.
Gerak jatuh bebas
Gerak jatuh
bebas termasuk gerak vertikal ke bawah dengan kecepatan awal nol (v0 =
0). Sehingga diperoleh:
Sabtu, 22 Februari 2014
BESARAN VEKTOR
1.
Besaran vektor adalah besaran yang memiliki
nilai dan arah. Untuk menjelaskannya dapat digambarkan dengan anak panah.
Contohnya balok ditarik gaya F seperti pada gambar di samping. Besarnya gaya
itu dinyatakan dari panjangnya anak panah. Sedangkan arah gaya itu ditentukan
dari arah anak panah.
2.
Sebuah
vektor dapat diuraikan menjadi dua komponen yang saling tegak lurus dan
sebidang dengan tujuan tertentu. Contohnya seperti pada gambar di samping. Proyeksinya
memenuhi rumus-rumus perbandingan trigonometri.
3.
Resultan vektor sejajar atau segaris dapat
langsung dijumlahkan jika searah dan dikurangkan jika berlawanan arah.
4.
Dua vektor yang saling tegak lurus maka
resultannya dapat digunakan metode grafis (poligon) sehingga membentuk segitiga
siku-siku. Besar resultannya memenuhi dalil Pythagoras.
5.
Jika dua vektor membentuk sudut α maka resultannya
dapat digunakan metode jajaran genjang. Gambarnya dapat dilihat di
samping dan berlaku rumus aturan cossinus. 
6.
Metode poligon (metode grafis)
merupakan cara meresultankan vektor dengan menyambungkan gambar-gambar vektor
tersebut.
7.
Metode analitis dapat dilakukan dengan
langkah:
a.
memproyeksikan vektor-vektor pada dua sumbu
tegak
lurus.
b.
menentukan
resultan setiap proyeksi : ΣFx
dan ΣFy,
c.
resultan
vektor memenuhi dalil Pythagoras.
8.
Perkalian
vektor ada dua jenis yaitu:
a.
Perkalian titik (dot product)
b.
Perkalian silang (cross product)
arahnya sesuai
kaedah tangan kanan
ibu jari → arah
4 jari → arah
telapak
→
arah
Langganan:
Postingan (Atom)

