A.
Pengukuran
Dalam
belajar fisika tidak bisa lepas dari pengukuran. Ada tiga hal penting yang
berkaitan dengan pengukuran, yaitu: pengambilan data, pengolahan data dan
penggunaan alat ukur.
1. Pengambilan Data
dan Angka Penting
Pernahkah
kalian melakukan kegiatan pengambilan data? Proses pengukuran hingga memperoleh
data hasil pengukuran itulah yang dinamakan pengambilan data. Apakah hasil pengukuran
dapat memperoleh nilai yang tepat? Proses pengukuran banyak terjadi kesalahan.
Kesalahan bisa terjadi dari orang yang mengukur, alat ukur atau lingkungannya.
Untuk memuat semua keadaan itu maka pada hasil pengukuran dikenal ada angka
pasti dan angka taksiran. Gabungan kedua angka itu disebut angka penting.
Angka penting adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran yang
terdiri dari angka pasti dan angka taksiran. Nilai setiap hasil pengukuran
merupakan angka penting. Seperti keterangan di atas angka penting terdiri dari
dua bagian. Pertama angka pasti yaitu angka yang ditunjukkan pada skala
alat ukur dengan nilai yang ada. Kedua angka taksiran yaitu angka hasil
pengukuran yang diperoleh dengan memperkirakan nilainya. Nilai ini muncul
karena yang terukur terletak diantara skala terkecil alat ukur. Dalam setiap
pengukuran hanya diperbolehkan memberikan satu angka taksiran. Untuk memahami
angka penting ini dapat kalian cermati contoh berikut.
CONTOH
Sekelompok siswa yang melakukan
pengukuran massa benda menggunakan alat neraca pegas. Dalam pengukuran itu
terlihat penunjukkan skala seperti pada Gambar. Aghnia menuliskan hasil 8,85
gr sedangkan John menuliskan hasil 8,9 gr. Manakah hasil yang benar?
Penyelesaian:
Coba kalian perhatikan Gambar.
Dari gambar itu dapat diperoleh:
Angka pasti = 8 gr
Angka taksiran = 0,9 gr (hanya boleh
satu angka
taksiran, tidak boleh 0,85 karena 2
angka taksiran)
Hasil pengukuran adalah
m = angka pasti + angka taksiran
= 8 + 0,8 = 8,8 gr
Jadi
yang lebih tetap adalah hasilnya John.
2. Alat Ukur
Panjang, Massa dan Waktu
Alat
ukur besaran-besaran fisika sangat banyak tetapi di kelas X SMA ini dikenalkan
tiga alat ukur besaran pokok yaitu panjang, massa dan waktu. Beberapa alat ukur
besaran tersebut dapat dicermati seperti berikut.
a. Alat
ukur panjang
Panjang, lebar
atau tebal benda dapat diukur dengan mistar. Tetapi jika ukurannya kecil dan
butuh ketelitian maka dapat digunakan alat lain yaitu jangka sorong dan mikrometer
skrup.
(1)
Jangka sorong
Jangka sorong
banyak digunakan dalam dunia mesin. Perhatikan Gambar. Alat pada gambar
itulah yang dinamakan jangka sorong.
Jangka sorong biasa digunakan untuk mengukur suatu diameter seperti pipa peralon. Jika kalian
cermati maka jangka sorong tersebut memiliki dua bagian. Pertama, rahang
tetap yang memuat skala utama. Kedua, rahang sorong
(geser) yang memuat skala nonius.
Hasil pengukuran itu dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut.
x
=
(x0
+ Δx . 0,05) mm
dengan
: x = hasil pengukuran
x0 = skala utama
Δx = skala nonius
(2)
Mikrometer sekrup
Mirip
dengan jangka sorong, mikrometer juga memiliki dua bagian. Pertama, rahang
tetap memuat skala utama. Kedua, rahang putar, memuat skala
nonius. Mikrometer ini dapat digunakan untuk mengukur ketebalan benda benda
yang tipis seperti kertas dan rambut. Hal ini sesuai dengan sifat mikrometer
yang memiliki ketelitian lebih besar dari jangka sorong. Mikrometer memiliki
ketelitian hingga 0,01 mm. Ketelitian ini dirancang dari rahang putar yang
memuat 50 skala.
Hasil pengukurannya juga memiliki angka pasti dan angka taksiran seperti jangka sorong. Rumusnya sebagai berikut.
x = (x0 + Δx . 0,01) mm
dengan : x = hasil pengukuran
x0 = skala utama sebelum batas rahang
putar
Δx = skala nonius yang segaris
dengan garis tengah skala utama



Tidak ada komentar:
Posting Komentar